Lobster "Bertato" Pepsi Tingkatkan Kecemasan Mengenai Sampah di Lautan

Sabtu, 02 Desember 2017 | 17:41
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
KORBAN: Lobster dengan logo di cakarnya. (Karissa Lindstrand via The Guardian)

INDOPOS.CO.ID - Kekhawatiran tentang sampah-sampah yang mengotori samudera di dunia kembali menjadi sorotan. Itu terjadi setelah kru nelayan Kanada menemukan seekor lobster dengan logo Pepsi biru dan merah tercetak di cakarnya.

Terjebak di perairan Grand Manan, New Brunswick, Kanada, lobster itu dimasukkan ke peti agar cakar-cakarnya bertahan saat Karissa Lindstrand menemukannya. Lindstrand, yang minum sebanyak 12 kaleng Pepsi sehari, dengan cepat menyadari logo itu.

"Saya seperti, ”Oh, itu mungkin Pepsi,”” katanya. Melihat lebih dekat, Lindstran melihat itu seperti tato di cakar. ”Itu tampak seperti cetakan yang tepat di cakar lobster,” katanya.

Perdebatan pun terjadi mengenai kemungkinan bagaimana hal itu bisa terjadi. Beberapa orang percaya lobster itu mungkin tumbuh di sekitar sampah kaleng yang berada di dasar lautan. Yang lain berspekulasi bahwa bagian dari kotak Pepsi entah bagaimana terjebak pada lobster.

Tetapi, Lindstrand membantah teori-teori itu. Dia mengatakan kalau gambar di cakar seperti tercetak. Tapi, kertas pasti akan hancur di laut. ”Saya sendirti masih berusaha memahami apa yang sebenarnya terjadi,” katanya.

Temuan ini muncul di tengah kekhawatiran yang berkembang mengenai jumlah sampah yang terakumulasi di samudera dunia. Antara lima sampai 13 juta ton sampah plastik masuk lautan setiap tahun.

Sampah-sampah itu pun jadi ”santapan” burung laut, ikan, dan organisme lainnya. Seorang pelaut, Dame Ellen MacArthur memperingatkan bahwa pada tahun 2050 lautan dapat memiliki lebih banyak plastik di dalamnya daripada ikan.

Baru-baru ini, periset mendokumentasikan hampir 38 juta potongan plastik dengan berat hampir 18 ton yang telah terdampar di salah satu tempat paling terpencil di dunia, karang tak berpenghuni di Pasifik Selatan bagian timur.

Para ilmuwan itu juga menemukan ratusan kepiting yang bergemuruh di rumah darurat yang terbuat dari tutup botol dan stoples kosmetik, dengan satu kepiting bahkan mengubah bagian dalam kepala boneka menjadi rumah.

Bagi Lindstrand, lobster dengan jejak Pepsi mengisyaratkan besarnya sampah yang berakhir di laut. ”Kami tidak melihatnya mengambang di sekitar kita saat kita di luar sana,” katanya. ”Namun, sampah-smapah itu ada di sepanjang garis pantai yang terdampar di pantai atau sisi tebing,” ulasnya.         (tia/The guardian/JPC)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%