Korut Melanggar Kedaulatan Negara Lain

Luncurkan Rudal Balistik Antar Benua

Kamis, 30 November 2017 | 10:57
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Ilustrasi peluncuran rudal balistik Korea Utara. Foto: istimewa

INDOPOS.CO.ID - Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari menyayangkan dan mengecam keras peluncuran rudal balistik antar benua (ICBM) terbaru Hwasong-15 oleh  Korea Utara.

"Kita dapati sedikit ketenangan selama dua bulan di mana Korut tidak melakukan uji coba rudal, namun dengan uji coba yang kesekian kali ini Korea Utara sedang bermain api yang dapat membakar ketenangan kawasan dan perdamaian, Ini jelas melanggar resolusi PBB dan kedaulatan negara lain," tegas Kharis dalam keterangan tertulisnya, Kamis (30/11).

Menurut anggota DPR dari Fraksi PKS ini dengan adanya perlombaan senjata pemusnah di kawasan Korea ini maka sangat berpengaruh terhadap keamanan kawasan khususnya kawasan ASEAN dan sekitarnya yang dapat mengancam perdamaian seluruh dunia.

"Berbagai resolusi dan kecaman silih berganti namun tak kunjung reda,  Indonesia mempunyai peran yang strategis untuk ikut meredakan situasi yang berkembang agar wilayah itu menjadi zona damai melalui upaya-upaya diplomatik," jelas dia. 

Berbagai resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa, khususnya resolusi 2270 (2016), 2321 (2016), 2356 (2017), dan 2371 (2017), telah dikeluarkan dan tidak ada satupun yang dipatuhi oleh Korea Utara.

"Pemerintah bisa melakukan berbagai tekanan, misalkan memanggil Dubes Korea Utara di Jakarta untuk meminta penjelasan dan menyampaikan kecaman kita, kita tidak ingin ada permusuhan, ketegangan dan kita ingin kedamaian di kawasan," tegas legislator dari daerah pemilihan Jawa Tengah V ini.

Kharis juga mendukung penuh langkah yang sudah dilakukan kementerian luar negeri dan mendukung setiap upaya pemerintah Indonesia di PBB untuk terus mencari dan menjaga agar perdamaian di kawasan terjaga. "Menlu telah melakukan langkah yang terukur, namun perlu tambah tekanan lagi ke Korea Utara agar sahabat kita lainnya dikawasan seperti Jepang dan Korea Selatan juga dihormati kedaulatannya," tutup Kharis. (rmn)

 

Editor : Ali Rahman
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%