Saudi dalam Masa Paling Tidak Stabil Selama Lebih dari Setengah Abad

Selasa, 07 November 2017 | 21:56
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
FRONTAL: Pangeran Mahkota Mohammed bin Salman. (FAYEZ NURELDINE/AFP)

INDOPOS.CO.ID – Ada 11 pangeran yang ditangkap oleh komisi anti-korupsi yang dipimpin langsung oleh Pangeran Mahkota Mohammed bin Salman. Selain Pangeran Al-Waleed bin Talal ada Pangeran Miteb bin Abdullah.

Selama empat tahun terakhir, Pangeran Miteb bin Abdullah memimpin Garda Nasional. Pangeran Miteb pernah dianggap sebagai pesaing takhta, meskipun belakangan ini ide tersebut lenyap seiring mencuatnya nama Pangeran Mohammed bin Salman. Ada juga Pangeran Adel Fakeih, yang merupakan menteri ekonomi sejak April.

Penangkapan ini baru yang pertama. Jaksa Agung menggambar bahwa ini adlaah fase pertama. Seorang pejabat mengatakan kepada Reuters kalau Pangeran Talal dituduh melakukan pencucian uang, penyuapan, dan pemerasan.

Kampanye penangkapan tersebut memperpanjang daftar tantangan menakutkan yang sudah digaungkan Pangeran Mohammed bin Salman sejak ayahnya, Raja Salman, naik tahta pada tahun 2015. Pangeran berusia 32 tahun itu menyatakan akan berperang di Yaman, mengambil langkah khusus untuk musuh bebuyutan Saudi, Iran, dan mereformasi ekonomi untuk mengurangi ketergantungannya pada minyak.

Baik sekutu dan lawan Saudi diam-diam tercengang bahwa sebuah kerajaan yang dulu terobsesi dengan stabilitas mengambil kebijakan yang asertif. ”Kerajaan berada di persimpangan jalan. Perekonomiannya cenderung datar dengan harga minyak yang rendah, perang di Yaman adalah masalah, blokade Qatar adalah kegagalan, pengaruh Iran merajalela di Lebanon, Syria, dan Iraq, dan suksesi adalah tanda tanya,” tulis mantan pejabat CIA Bruce Riedel kepada Reuters. ”Ini adalah periode yang paling tidak stabil dalam sejarah Saudi selama lebih dari setengah abad,” sambungnya.

Kampanye penangkapan konon akan berlanjut pekan ini setelah seorang pengusaha papan atas Nasser bin Aqeel al-Tayyar dilaporkan telah ditahan pada Senin (6/11). Penangkapan ini pun langsung menurunkan harga saham perusahaan Al Tayyar sampai 10 persen.

Jaksa agung mengatakan bahwa para tahanan telah diinterogasi dan banyak bukti telah dikumpulkan. ”Ini adalah tahap satu dari dorongan anti-korupsi kita,” kata Saud al-Mojeb. ”Penyelidikan dilakukan secara diam-diam untuk menjaga integritas proses hukum dan memastikan tidak ada intervensi,” sambungnya. (tia/CNN/Reuters/Daily Mail/JPC)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%