Bunuh Pemerkosa Anak, Mama Singa Bebas

Rabu, 11 Oktober 2017 | 10:46
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Foto : Ilustrasi

INDOPOS.CO.ID -– Lion Mama alias mama singa bebas. Perempuan 56 tahun asal Benua Hitam yang tenar setelah diamankan polisi dan dijerat dengan dakwaan pembunuhan karena menusuk pemerkosa anaknya hingga tewas itu tak lagi terancam masuk bui. Minggu waktu setempat (8/10) Lady Frere Magistrates Court di Provinsi Eastern Cape, Afrika Selatan (Afsel), mencabut seluruh dakwaan.

”Tadinya, saya merasa seperti seekor babon tua yang tak punya teman. Tapi, hari ini kalian semua menunjukkan kepada saya bahwa saya tidak sendirian. Terima kasih,” katanya di hadapan massa yang sengaja berkumpul di halaman pengadilan untuk memberi dukungan kepadanya. Identitas resmi mama singa sengaja dirahasiakan demi keamanan keluarganya. Dia diberi julukan mama singa karena menerkam dan membantai pemerkosa anaknya saat kejahatan itu berlangsung.

Luxolo Tyali, jubir pengadilan, menyebutkan masukan publik sebagai pertimbangan penting. Sejak kasus mama singa yang terancam hukuman karena membela kehormatan anaknya yang menjadi korban pemerkosaan ramai di media, pengadilan menerima banyak masukan dari masyarakat untuk menggugurkan kasus tersebut. Sebab, mama singa tidak pernah berniat membunuh. Dia hanya membela diri.

Pada 2 September, mama singa berlari sejauh 3 kilometer dari rumahnya di Desa Qumbu menuju rumah kosong, tempat sang putri disekap tiga pria. Panik karena polisi tidak bisa dihubungi, mama singa menenteng pisau dapur sebagai senjata. Sampai di lokasi kejadian, dia melihat sang putri yang berusia 27 tahun diperkosa bergiliran. Spontan, dia menusukkan pisau yang dibawa ke tubuh para pemerkosa itu.

Dengan kekuatan seorang ibu, dia menusuk tiga pria jahat tersebut. Mereka bertumbangan. Salah seorang di antaranya tewas. Begitu tiba di rumah kosong itu, polisi melihat tiga pria bergelimang darah. Sementara itu, mama singa memegang pisau. Tak banyak tanya, aparat langsung membawa mama singa ke kantor polisi untuk diinterogasi. Lantas, mama singa dikenai dakwaan pembunuhan.

Setelah sebulan mama singa mendekam di tahanan, keadilan menghampiri. Pengadilan membebaskannya dari seluruh dakwaan. Yakni, satu dakwaan pembunuhan dan dua dakwaan percobaan pembunuhan. ”Saya senang mendengar keputusan ini. Sejak awal, saya takut jika harus masuk penjara. Tapi, ternyata Tuhan berada di pihak saya,” ungkapnya. (theindependent/timeslive/hep/c16/any)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%