Isu Vampir Bikin PBB Ikut Panik

Selasa, 10 Oktober 2017 | 20:21
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Ilustrasi vampir di salah satu film layar lebar. (Allstar/Cinetext/HAMMER via The Guardian)

INDOPOS.CO.ID – Isu vampir pengisap darah di Malawi Selatan bikin PBB ikutan panik. Mereka memutuskan untuk menarik staf mereka yang berada di dua distrik di negeri yang terletak di Afrika Selatan itu.

Keputusan itu diambil setelah terjadi kekerasan massa yang setidaknya membunuh lima orang. Kepercayaan akan ilmu sihir memang masih kental di kawasan pedalaman Malawi. Sementara, di salah satu negara termiskin di dunia itu banyak lembaga bantuan dan LSM bekerja.

Serentetan kekerasan main hakim sendiri terkait dengan rumor vampir juga meletus di Malawi pada tahun 2002. ”Desa-desa ini sangat terpengaruh oleh cerita tentang pengisapan darah dan kemungkinan adanya vampir,” ujar pernyataan Departemen Keamanan dan Keamanan PBB (UNDSS).

Isu tersebut kemudian menjadi kekerasan setelah massa menyerang orang-orang yang diduga memiliki hubungan dengan vampir. Dan itu membuat PBB menarik staf mereka di distrik Phalombe dan Mulanje.

Koordinator Residen PBB, Florence Rolle, mengatakan kalau beberapa staf PBB telah pindah. Sementara yang lain masih berada di distrik-distrik bergantung pada lokasi operasi mereka. ”UNDSS terus memantau situasi ini dengan ketat untuk memastikan semua staf PBB yang terkena dampak kembali ke lapangan sesegera mungkin,” kata Rolle.

Laporan UNDSS mengatakan setidaknya lima orang telah terbunuh di daerah tersebut sejak pertengahan September oleh massa yang menuduh mereka melakukan praktek vampir. Presiden Malawi Peter Mutharika mengatakan bahwa laporan tersebut menyedihkan dan menyiksa. ”Perkembangan ini sangat memprihatinkan Presiden dan seluruh Pemerintah,” ujar pernyataan resmi kantor kepresidenan.

Pada 2002, rumor menyebar bahwa vampir bekerja dengan pemerintah Malawi untuk mengumpulkan darah untuk badan bantuan internasional. Isu itu membuat kepanikan masyarakat. Mereka melindungi diri dengan senjata dan batu saat perpergian kemana-mana.

Pemerintah bekerja dengan cepat untuk mengatasi rumor tersebut. ”Tidak ada pemerintah yang bisa mengisap darah bangsanya sendiri. Itu premanisme,” kata Presiden Bakili Muluzi saat itu.(*)(tia/Reuters/The guardian/JPC)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%