8 Catatan Misteri Pelaku Penembakan Brutal di Las Vegas

Sabtu, 07 Oktober 2017 | 21:30
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Korban penembakan Las Vegas saat menyelamatkan diri (Mirror)

INDOPOS.CO.ID - Lima hari pascainsiden penembakan massal di Las Vegas, Amerika Serikat (AS), polisi belum berhasil mengungkap apa motif sang pelaku. Stephen Paddock, pria 64 tahun itu tega membantai penonton konser. Pria yang memilih mengakhiri hidupnya itu membunuh lebih dari 50 orang dan 500 lainnya luka-luka.

"Sampai saat ini, kami telah masih melakukan penyelidikan. Tim terus membantu menciptakan profil yang lebih baik terkait kegilaan tersangka ini, kami masih belum memiliki motif atau alasan yang jelas,” ungkap Kepolisian Las Vegas Sheriff Kevin McMahill seperti dilansir dari Mirror, Sabtu (7/10).

Sosok pelaku yang merupakan mantan pensiunan akuntan itu sungguh membingungkan polisi. Paddock tak memiliki catatan kriminal atau sakit jiwa sebelumnya. Sedikitnya ada delapan hal unik yang masih menjadi misteri dalam kasus ini.

Penembakan brutal Las Vegas

Korban selamat setelah penembakan brutal Las Vegas (Mirror)

 

1. Tidak Ada Catatan Bunuh Diri atau Pesan

Polisi telah berulang kali menyatakan bahwa mereka belum menemukan bukti catatan bunuh diri.

Sepotong kertas dan sebuah pena terlihat pada gambar-gambar yang bocor dari dalam kamar hotel Paddock, di dekat tubuhnya. Tapi polisi mengatakan hal itu hanya berisi satu set nomor acak dan tidak ada huruf. Perangkat elektronik Paddock juga telah dicari dan sejauh ini tidak ada catatan bunuh diri yang ditemukan.

2. Tidak Ada Janji Politik atau Kaitan Agama

Dalam beberapa jam setelah pembantaian Las Vegas, ISIS telah mengklaim bertanggung jawab. Kelompok teror Islam mengklaim namun tak terbukti. Kelompok tersebut mengklaim bahwa Paddock adalah 'tentara kekhalifahan' yang masuk Islam enam bulan yang lalu.

ISIS mengklaim serangan itu seperti 'serigala tunggal' yang tak pernah memiliki kontak langsung dengan para jihadis. Omar Mateen, yang membunuh 49 orang di pesta malam Pulse di Florida tahun lalu, adalah contohnya. Namun beberapa jam sebelum kekejaman tersebut, Mateen memasang di Facebook tentang balas dendam atas serangan udara AS di Irak dan Suriah. Dalam kasus Paddock, tidak ada bukti seperti itu yang ditemukan bahwa dia berhubungan langsung dengan ISIS, atau terinspirasi oleh kelompok tersebut.

3. Tidak Ada Bukti Pembunuhan Sadis atau Ritual Tertentu

Apakah Paddock melakukan pembunuhan massal dalam mengejar sensasi jahat? Jika demikian, sekali lagi tidak ada bukti yang ditemukan sejauh ini.

4. Tidak Ada Bukti Masalah Kesehatan Mental atau Catatan Kriminal

Stephen Paddock tidak memiliki catatan kriminal dan tampaknya telah mendapatkan senjatanya secara legal. Polisi mengatakan bahwa mereka tidak menemukan hal-hal yang menunjukkan masalah kesehatan mental yang signifikan.

Memang, telah dilaporkan bahwa Paddock baru saja menggunakan Valium, obat anti-kecemasan. Hal itu bisa saja memprovokasi kejadian tersebut. Tapi penyidik tidak percaya pengaruh obat tersebut menjadi pemicu kejadian itu. Penembakan tersebut dinilai terenvana dan dieksekusi dengan tenang dan efektif.

Pacar Paddock Marilou Danley mengatakan kekasihnya kadang-kadang berteriak dan mengerang di malam hari. Tapi apa yang dia katakan kepada FBI sejauh ini masih belum menunjukkan motif yang jelas. Mungkin satu petunjuk terletak pada sejarah keluarga Paddock. Ayahnya adalah Benjamin Hoskins Paddock, seorang perampok bank yang akhirnya masuk dalam daftar FBI Most Wanted pada tahun 1969 ketika dia melarikan diri dari penjara federal di Texas saat menjalani hukuman 20 tahun.

5. Obsesi Senjata

Polisi menemukan 23 senjata di kamar hotelnya, beberapa di antaranya telah dimodifikasi. Sebanyak 19 senjata lainnya ditemukan di rumahnya di Mesquite, Nevada. 42 senjata ini rupanya diakuisisi selama bertahun-tahun oleh Paddock. Namun tidak terlihat bahwa dia adalah anggota kelompok senjata.

6. 'Bukti' Dia Ingin Kabur

Fakta lain yang tidak biasa dalam kasus ini adalah Paddock ingin melarikan diri setelah aksi gila itu. Polisi percaya Paddock melakukan bunuh diri saat menyadari dirinya terpojok oleh tim SWAT.

Tapi sebelum itu, Paddock berharap bisa selamat dari serangan tersebut. Bahkan dalam penembakan massal yang tidak termotivasi oleh fanatisme agama, pelaku biasanya berniat untuk hidup.

7. Tidak Ada Jejak Media Sosial atau Online

Stephen Paddock tidak memiliki akun Facebook atau Twitter, atau profil media sosial lainnya. Badan penegakan hukum selama lima hari tidak menemukan bukti apa-apa.

8. Cerita Teman dan Keluarga Terdekat

Saudaranya, Eric, juga mengaku terkejut dengan kejadian itu. "Ini seperti sebuah asteroid yang jatuh dari langit," kata Eric.

Eric mengetahui jika Paddock memiliki senjata namun tidak percaya bahwa Paddock memiliki pandangan religius atau politik yang kuat. Eric mengungkapkan bahwa Paddock sukses secara finansial sebagai penjudi dan investor properti. Paddock sudah menikah dan bercerai dua kali, tapi tidak punya anak. (ika/JPC)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%