ASEAN Diminta Bekukan Keanggotaan Myanmar

Minggu, 03 September 2017 | 16:29
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share

INDOPOS.CO.ID - Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid (HNW) setuju bila Myanmar dijatuhi sanksi oleh asosiasi negara-negara di kawasan Asia Tenggara (ASEAN). Sanksi tersebut bisa dengan membekukan keanggotaan negara yang dulu bernama Burma itu dari ASEAN.

"Wajar saja kalau ASEAN memberikan sanksi terhadap Myanmar bila kemudian Myanmar dibekukan keanggotaannya di ASEAN karena melanggar prinsip-prinsip ASEAN terkait hak asasi manusia," ujarnya di Kantor DPP PKS, Jakarta, Minggu (3/9).

Menurutnya, apa yang dilakukan pemerintah Myanmar terhadap etnis Rohingya merupakan kejahatan kemanusiaan. Sebab, tindakan dengan membantai orang-orang dari etnis bentuk dari genosida dan persekusi

Hingga hari ini, UNHCR saja mencatat ada ratusan ribu warga Rohingya yang lari ke Bangladesh, ratusan dari mereka dibunuh dan terbunuh, dan lebih dari ribuan rumah terbakar.

"Ini tampilan yang buruk terhadap penghormatan hak asasi manusia, relasi terhadap minoritas dan mayoritas, perang melawan terorisme," tegasnya.

Apalagi pemuka agama budha di sana mengatakan bahwa persoalan Rohingya adalah konflik agama. "Ini satu hal yang harus dikoreksi sangat keras termasuk oleh Indonesia," tambah anggota komisi I DPR itu.

Jika perisriwa itu dibiarkan, menurut HNW, akan menimbulkan dampak negatif bagi relasi antar agama dan PKS katanya menolak itu.

"Semuanya penting untuk bekerja termasuk Pak Jokowi, penting menyatakan pernyataan terbukanya, sekeras atau lebih keras dari pernyataan terkait bom di Paris maupun London," pungkas HNW. (dna/JPC)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%