Tregedi Rohingya adalah Pembunuhan Massal: Genosida

Sabtu, 02 September 2017 | 17:05
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
KORBAN: Warga mengerumuni mayat anak-anak yang meninggal dunia setelah kapal mereka yang sedianya mengantarkan mereka ke Bangladesh tenggelam pekan lalu. (Anadolu)

INDOPOS.CO.ID – Tragedi kemanusiaan yang menimpa etnis minoritas Muslim Rohingya memicu kritik keras dari pemimpin dunia. Salah satunya Presiden Turki Recep Tayyip ErdoÄ?an.

Erdogan menuduh Myanmar sudah melakukan genosida alias pembunuhan massal terhadap minoritas Muslim Rohingya. Sampai saat ini, sudah puluhan ribu Rohingya melintasi perbatasan ke Bangladesh untuk menghindari kekerasan etnis di Myanmar.

"Ada genosida di sana," kata ErdoÄ?an dalam sebuah pidato perayaan Idul Adha di Istanbul, Turki, Sabtu (2/8). ”Mereka yang menutup mata terhadap genosida yang diabadikan di bawah naungan demokrasi adalah bagian dari kekerasan ini,” sambungnya.

Sampai saat ini hampir 400 orang tewas dalam kekerasan di negara bagian Rakhine, Myanmar. Militer Myanmar sendiri berdalih kekerasan yang terjadi dipicu oleh serangan terhadap pasukan keamanan oleh gerilyawan dari etnis minoritas Rohingya.

Militer juga mengungkapkan kalau telah terjadi 90 bentrokan bersenjata, termasuk 30 serangan awal oleh gerilyawan pada 25 Agustus. Namun, perwakilan Rohingya mengatakan kalau pasukan keamanan dan warga menyerang dan membakar desa-desa etnis ini serta menembaki warga.

Meningkatnyaketegangan itu pun menyebabkan ribuan orang Rohingya melarikan diri kabur ke Banglades. Ada sekitar 20 ribu orang yang sudah berkumpul di sepanjang perbatasan Bangladesh. Namun, mereka dilarang memasuki negara yang terletak di Asia selatan itu.

Erdogan mengatakan bahwa dia akan memaparkan masalah Rohingya di majelis umum PBB di New York, AS, akhir bulan ini. ”Saya juga sudah berbicara dengan sekretaris jenderal PBB, Antonio Guterres, dan juga pemimpin Muslim lain,” sambungnya.

Menurut kantor berita Anadolu yang dikelola Turki, menteri luar negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan kepada pihak berwenang Bangladesh untuk membuka pintu perbatasan mereka. ”Kami akan menanggung biaya yang terkait dengan mengizinkan lebih banyak Rohingya masuk Bangladesh,” tutur Cavusoglu.

Bangladesh sampai saat ini sudah menampung 400.000 Rohingya dan mengatakan tidak menginginkan penambahan pengungsi. ”Kami akan mengadakan pertemuan membahas masalah ini. Ini harus ditemukan solusinya,” ulas Cavusoglu. (tia/AFP/The guardian/JPC)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%