Indonesia Teken Kerjasama Rencana Konsultasi ke Rusia

Rabu, 09 Agustus 2017 | 19:21
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Foto : istimewah

INDOPOS.CO.ID - Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Menlu RI) Retno L.P. Marsudi meneken tanda tangan kerjasama dengan Kementerian Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov. Penandatangan tersebut dilakukan di Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri.

 
"Baru saja kami berdua menandatangani  dokumen kerjasama Rencana Konsultasi antara Kementerian Luar Negeri Indonesia dan Kementerian Luar Negeri Federasi Rusia untuk tahun 2017 - 2019," ucap Retno dalam Jumpa pers di Gedung Pancasila Jakarta Pusat, Rabu (9/8/2017).
 
Menurut Retno, dokumen ini secara jelas menunjukan keinginan kedua Kemenlu untuk mengintensifikasi hubungan, konsultasi serta komunikasi antara Indonesia dan Rusia.
 
Kemudian secara khusus, Menlu RI menggarisbawahi pentingnya kedua negara untuk mulai membahas penguatan Kemitraan dan Persahabatan menjadi Kemitraan strategis dalam mengantisipasi perkembangan dunia yang berubah dan kompleks dengan senantiasa memajukan kerjasama disegala bidang.
 
"Keinginan untuk meningkatkan kerjasama bilateral ini terefleksi pada saat kita berdua berbicara mengenai upaya untuk memperbaharui comprehensif partneship yang kita sudah miliki pada tahun 2003 menjadi strategic partnership. Dan kita menegaskan tim kita untuk menyiapkan  draft strategic partnership," jelasnya.
 
Selanjutnya, kemitraan strategis itu akan dilakukan dan diluncurkan bertepatan dengan rencana kunjungan Presiden Putin ke Indonesia. Menlu RI meyakini kunjungan Presiden Putin mendatang dapat memberikan momentum yang akan membawa hubungan bilateral RI-Rusia ke tingkatan yang lebih tinggi.
 
Sementara dalam bidang politik dan keamanan antara Indonesia dan Rusia,  Menlu RI mengklaim tidak memiliki open issu. 
"Kerjasama yang terkait dengan keamanan sudah kita miliki dan sejauh ini sudah tiga kali kita melakukan pertemuan mulai tahun 2015, 2016 dan 2017," paparnya.
 
Demikian juga, imbuh Menlu, kerjasama yang terkait penanganan terorisme, sudah sejak lama digalakan dan pertemuan terakhir pada tahun 2016.  (jaa)
Editor : Syahrir Lantoni
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%