India Bikin Film Non-Bahasa Inggris Termahal di Dunia

Kamis, 20 April 2017 | 17:34
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
TRADISI: Anak-anak berbusana ala Krishna dan Radha yang ada dalam mitologi Mahabharata, di Amritsar, India. (Narinder Nanu/AFP)

INDOPOS.CO.ID - Sejarah baru akan lahir di jagat sinema India. Randamoozham, film yang diadaptasi dari novel berjudul sama, bakal diproduksi dengan anggaran berkisar USD 155 juta atau sekitar Rp 2 triliun. Film yang rencananya terbagi dalam dua sekuel itu menjadi film non-bahasa Inggris termahal di dunia.

Kabar bahwa Randamoozham akan diangkat ke layar lebar tersiar sejak awal tahun. Namun, sutradara V.A. Shrikumar Menon sempat sulit mencari penyandang dana.

Belakangan, B.R. Shetty menyatakan kesediaannya untuk menjadi produser. Pebisnis India yang tinggal di Uni Emirat Arab (UEA) tersebut tertarik pada Randamoozham yang merupakan bagian dari kisah epik Mahabharata. ’’Mahabharata adalah yang paling epik dari segala (kisah, Red) yang epik,’’ tulis Shetty dalam pernyataan resminya kemarin (19/4).

Dia optimistis Randamoozham mendulang sukses di seluruh dunia. Apalagi, skenario film itu ditulis langsung oleh M.T. Vasudevan Nair, penulis novel Randamoozham, pada 1984. Shetty berharap filmnya nanti ditonton lebih dari 3 miliar pasang mata di seluruh dunia.

Sebagai novel, Randamoozham membuat Nair panen penghargaan. Di antaranya, Vayalar Award pada 1985 dan Muttathu Varkey Award pada 1994. Randamoozham yang menceritakan ulang Mahabharata dari kacamata Bima telah diterjemahkan dalam berbagai bahasa. Pada 1997, Randamoozham dialihbahasakan menjadi Second Turn. Pada 2013, kisah tersebut diterjemahkan Gita Krishnankutty menjadi Bhima: Lone Warrior.

Kesuksesan Randamoozham sebagai novel diharapkan Shetty bakal terulang pada 2020. Dia menargetkan dua sekuel film itu bisa tayang pada 2020. ’’Saya harap film ini akan diterjemahkan dalam 100 bahasa,’’ tuturnya.

Dia menjelaskan, film tersebut bakal menggunakan kombinasi enam bahasa dalam pembuatannya. Yakni, Inggris, Hindi, Malayalam, Kannada, Tamil, dan Telugu.

Jika dibandingkan dengan film-film Bollywood pada umumnya yang rata-rata menghabiskan USD 25 juta (sekitar Rp 333,4 miliar), biaya produksi Randamoozham memang terbilang fantastis.

Selain karena terbagi dalam dua sekuel, keinginan Shetty dan Manon menampilkan detail kisah itu membuat anggarannya bengkak. Demikian juga kehadiran aktor-aktor papan atas India dalam film tersebut.

Randamoozham akan menjadi film termahal Bollywood. Anggarannya jauh melampaui film 2.0 yang bakal tayang dalam bahasa Tamil. Film itu menelan biaya produksi USD 62 juta (sekitar Rp 827 miliar).

Randamoozham juga mengungguli biaya pembuatan dua sekuel blockbuster Baahubali yang mencapai USD 65 juta (sekitar Rp 865,5 miliar).

Meski memecahkan rekor anggaran film Bollywood, Randamoozham masih lebih murah jika dibandingkan dengan film-film Hollywood. Sejauh ini film Pirates of the Caribbean: On Stranger Tides masih tercatat sebagai yang termahal di dunia.

Film yang tayang pada 2011 tersebut menelan biaya sekitar USD 378,5 juta atau setara dengan Rp 5 triliun pada tahun pembuatannya. (CNN/hep/c14/any)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%