Ini Akibatnya Bila Call Center Polisi jadi Sasaran orang Iseng

Kamis, 20 April 2017 | 17:27
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Ilustrasi (Pixabay)

INDOPOS.CO.ID - Pekan lalu, seorang remaja 16 tahun di Baguiati, Kolkata, India yang terlibat perkelahian tidak mendapatkan pertolongan dari polisi di jalan.

Untungnya, seorang laki-laki berhasil mendapatkan pertolongan dari polisi setelah menghubungi call center polisi 100. Menurut petugas kepolisian Bidhannagar City Police, India pihaknya memang lebih selektif menerima panggilan telepon.

Sebab selama ini call center polisi penuh dengan telepon orang iseng daripada orang yang benar-benar membutuhkan panggilan darurat. ’’Sekitar 70 persen telepon adalah prank call alias telepon orang-orang usil,’’ paparnya.

Entah iseng atau memang tidak mengerti dengan fungsi call center polisi sesungguhnya, masyarakat India kerap menggunakan layanan telepon polisi untuk hal-hal absurb.

Misalnya seorang remaja perempuan menelepon supaya polisi menangkap kekasih yang telah menyelingkuhi remaja perempuan itu. Ada juga orang yang menelepon untuk protes setelah customer call suatu produk tidak mengangkat teleponnya.

Kadang, laki-laki yang mabuk, anak kecil yang menelepon hanya untuk tertawa, bahkan orang tua yang menelepon supaya polisi datang ke rumah mereka sebab anak mereka tidak mau belajar.

Bagaimanapun, call center polisi sengaja dibuat untuk kasus-kasus mendesak yang membutuhkan polisi. Seperti perkelahian dan insiden kecelakaan. Nyatanya, 70 persen penelepon adalah orang-orang yang tidak mengerti fungsi call center itu sendiri.

’’Sepanjang hari dalam ruangan control call center dipenuhi dengan gelak tawa. Dari 1.000 telepon setiap hari, sebagian besar diantaranya adalah orang-orang itu. Bahkan seringkali anak kecil yang telpon hanya mengatakan, halo ini polisi, lalu memutus sambungan itu,’’ paparnya.

Pejabat senior kepolisian dari Bidhannagar Commissionerate menegaskan, para penelepon iseng ini bisa mendapatkan sangsi sesuai act 188 Undang-Undang Hukum Pidana India. Jika terbukti bersalah, penelepon bisa mendapatkan hukuman penjara satu tahun atau denda Rs 1.000 atau sekitar Rp 200 ribu. (timesofindia/ina/tia)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%