Pidato Terakhir, Obama Serukan Lawan ISIS Dan Terorisme!

Kamis, 12 Januari 2017 | 13:30
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
PAMITAN : Presiden Amerika Serikat (AS) Barrack Obama berpidato terakhir di Chicago, Selasa malam (11/1) waktu AS.

INDOPOS.CO.ID - Presiden Amerika Serikat (AS) Barrack Obama menyinggung masalah terorisme dan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) dalam pidato terakhirnya di Chicago, Selasa malam (11/1) waktu AS. Obama menilai masalah terorisme masih menjadi tantangan dunia. Banyaknya kekerasan yang disuarakan kelompok islam garis keras yang menebarkan teror dan kekerasan.

Obama menilai saat ini masyarakat dunia diliputi ketakutan. Ketakutan terjadi bahkan mengancam hak dasar memeluk agama. Banyak terjadi intoleransi pada perbedaan pendapat dan pemikiran. Sehingga pedang atau pistol dan bom adalah wasit utama menyatakan kebenaran.

”Kekerasan dari kelompok fanatik yang mengklaim berbicara untuk Islam. Bahaya setiap tahapan demokrasi kita lebih jauh dari ancaman bom mobil atau rudal. Ini merupakan ketakutan akan perubahan. Takut jika orang berdoa secara berbeda,” ungkap Obama dalam pidato perpisahan seperti dilansir Huffington Post.

Obama meminta perwira intelijen, penegak hukum, dan diplomat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman terorisme. Obama mengingatkan radikalisasi yang berbahaya mendorong penegak hukum lebih efektif dan waspada dari sebelumnya.”Kami menyingkirkan puluhan ribu teroris, termasuk Osama bin Laden. Koalisi global kita melawan ISIL (ISIS dan Levant) sehingga ISIL akan hancur, dan tidak ada lagi ancaman bagi Amerika,” tegasnya.

Obama menjelaskan kerjasama dengan militer harus ditingkatkan. Demokrasi akan tergerus jika menyerah pada rasa takut. Setiap warga negara harus tetap waspada terhadap agresi eksternal dan siapapun yang melemahkan nilai-nilai kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Itu sebabnya, selama delapan tahun terakhir, saya telah bekerja untuk perang melawan terorisme pada pijakan hukum yang kuat dan reformasi hukum kita yang mengatur pengawasan untuk melindungi privasi dan kebebasan sipil. Itu sebabnya saya menolak diskriminasi terhadap Muslim Amerika,” tegas Obama.

Obama menegaskan AS tak bisa menarik diri di pergaulan masyarakat global untuk memperluas demokrasi, dan hak asasi manusia seperti hak-hak perempuan dan hak-hak kaum LGBT. Hal itu, kata dia, untuk memerangi ekstremisme dan intoleransi dan sektarianisme yang sepotong dengan melawan otoritarianisme dan agresi nasionalis.”Jika lingkup kebebasan dan penghormatan terhadap supremasi hukum menyusut di seluruh dunia, kemungkinan perang di antara negara-negara akan meningkat,” katanya.

Obama mengajak seluruh rakyat untuk waspada terhadap teror tetapi jangan takut. ISIL akan mencoba untuk membunuh orang yang tidak bersalah. Obama juga menyebut negara Rusia dan Tiongkok tak akan bisa melakukan campur tangan jika seluruh rakyat bersatu. ”Mereka tidak bisa mengalahkan Amerika kecuali kita mengkhianati konstitusi dan prinsip-prinsip perjuangan. Saingan negara lain seperti Rusia atau China tidak bisa mempengaruhi kita, kecuali kita menyerah pada apa yang kita perjuangkan,” tegasnya. Obama mengajak warga agar menolak segala bentuk ancaman demokrasi. Obama  mengajak berperilaku jujur dan transparan dalam setiap pemilihan serta menghindari politik uang. (hfp/cr1/JPG)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%