Konstitusi Pertimbangkan Kaisar Jepang Turun Tahta

Kamis, 12 Januari 2017 | 13:05
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Kaisar Akihito. Foto: ajja

INDOPOS.CO.ID - Jepang telah mempertimbangkan perubahan undang-undang yang mengizinkan Kaisar Akihito (83) turun tahtanya pada 31 Desember 2018.

Mengutip situs BBC, Rabu (11/1), Putra Mahkota Pangeran Naruhito (56) dipastikan meneruskan tahta pada 1 Januari 2019.

Sebelumnya, tidak ada Kaisar Jepang yang turun tahta selama dua abad ini. Hukum negeri Matahari Terbit tersebut memang tidak mengizinkannya.

Akihito telah bertahta sejak kematian ayahnya Hirohito pada 1989. Akihito sudah mengisyaratkan ingin mudur dari tahta lantaran usianya yang menghambat tugas.

Selain itu, ia pernah menjalani operasi jantung dan sempat menjalani perawatan kanker prostat. Kendati demikian, ia tidak secara langsung menyampaikan hal itu ke publik karena dinilai sesuatu hal yang tabu.

Menanggapi hal ini, Kepala Sekretaris Kabinet, Yoshihide Suga, membantah dan mengatakan jika semuanya 'masih dalam tahap dan belum ada arah untuk mengambil keputusan'.

Akihito merupakan penerus dari Kaisar Hirohito, yang namanya terkenal dalam perang Dunia II. Akihito lahir pada 1933. Akihito terkenal sebagai Kaisar Jepang yang membawa keluarganya mendekat pada publik, dengan cara mengunjungi mereka yang menjadi korban bencana alam.

Konstitusi Jepang usai Perang Dunia II melarang adanya keterlibatan Kaisar dalam politik sebagai pengganti Konstitusi Meiji 1889. Dalam konstitusi lama, sosok Kaisar dianggap sebagai penguasa absolut Jepang dan titisan Dewa Matahari. (rmn)

Editor : Ali Rahman
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%