Pujian Obama untuk Istri Tercinta di Pidato Perpisahan

Rabu, 11 Januari 2017 | 13:24
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Barrack Obama

INDOPOS.CO.ID - Presiden Barrack Obama mengucapkan salam perpisahan kepada warga Amerika Serikat (AS) dalam pidato terakhirnya di Chicago. Obama juga menyebut orang-orang terkasih dalam pidatonya tentunya, yakni istri tercinta, Michelle Obama. Obama menilai Michelle dapat merangkul seluruh rakyat.

“Michelle, kamu bukan hanya satu-satunya. Untuk lebih dari 25 tahun, kamu bukan hanya istri dan ibu dari anak-anak saya, tetapi sahabat saya. Kamu mengambil banyak peran dengan gaya dan humor yang baik. Kamu membuat Gedung Putih tempat milik semua orang, kamu sebagai panutan. Kamu telah membuat saya bangga. Kamu telah membuat negara bangga,” kata Obama dalam pidatonya dilansir Huffington Post, Selasa malam (10/1) waktu AS.

Selain istri, Obama juga melontarkan rasa cintanya kepada kedua buah hatinya, Malia dan Sasha. “Kalian dua remaja yang luar biasa, cerdas dan cantik, tetapi yang lebih penting, kalian anak baik dan penuh semangat. Saya bangga menjadi ayah kalian,” jelas Obama.

Obama juga mengucapkan terima kasih untuk wakilnya, Joe Biden. “Anda adalah pilihan saya yang terbaik. Bukan hanya karena Anda telah menjadi Wakil Presiden, tetapi saya mendapatkan saudara. Persahabatan Anda telah menjadi salah satu kegembiraan besar dalam hidup rakyat AS,” kata Obama.

Tak lupa, Obama mengucapkan terima kasih pada stafnya di Gedung Putih yang selama ini sudah bekerja. Selama delapan tahun, Obama mengakui telah banyak energi yang dicurahkan baik tenaga, pikiran, hati, dan idealisme.

“Saya telah menyaksikan kalian hidup bersama, menikah dan punya anak. Satu-satunya hal yang membuat saya bangga, kita capai banyak hal bersama,” tegasnya.

“Itu sebabnya saya meninggalkan panggung malam ini bahkan lebih optimis dengan negeri ini. Begitu banyak orang muda di luar sana dan percaya Anda dapat membuat perubahan,” tambah Obama.

Obama menilai perubahan konstan telah menjadi ciri Amerika. Perlu bekerja keras untuk memelihara demokrasi ke depan. “Saya sesama Amerika, telah mendapat kehormatan sebagian hidup saya untuk melayani Anda. Saya tidak akan berhenti, pada kenyataannya, saya akan di sana dengan Anda, sebagai warga negara,” tutupnya. (Huffington Post/cr1/JPG)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%